Ke Cirebon dengan Naik KA Ciremai Tambahan

2014-11-23-05-32-25
Stasiun Cimahi pagi sekitar jam 06:00 tampak lengang

Cerita Singkat Perjalanan saya menuju Kota Cirebon dengan KA Ciremai Tambahan. Ada sesuatu yang magis tentang stasiun kereta api di pagi hari, apalagi jika itu adalah Stasiun Cimahi. Udara dingin khas Bandung coret, aroma rel yang lembap, dan pengumuman dari pengeras suara stasiun selalu berhasil memicu adrenalin petualangan.

Hari Minggu, tanggal 23 November 2014 lalu, saya memutuskan untuk melipir sejenak dari rutinitas menuju Kota Udang, Cirebon. Pilihan jatuh pada KA Ciremai Tambahan karena kereta berangkat pagi cukup untuk berwisata selama beberapa jam di Cirebon.

Persiapan di Stasiun Cimahi
Stasiun Cimahi tahun 2014 punya suasana yang jauh lebih sederhana dibanding sekarang. Tanpa banyak menunggu, saya menunggu di peron saat matahari baru saja mengintip. Menggunakan kereta api tambahan biasanya memberi sensasi tersendiri terkadang gerbongnya punya “karakter” yang beda dari rangkaian reguler.

Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Cimahi (CMI) — 06:15 WIB
Purwakarta 07:28 WIB 07:30 WIB
Cikampek 07:49 WIB 08:15 WIB
Haurgeulis 09:02 WIB 09:04 WIB
Jatibarang 09:38 WIB 09:40 WIB
Cirebon (CN) 10:25 WIB —

2014-11-23-05-43-27
Menikmati Perjalanan
Begitu kereta mulai merayap keluar dari Cimahi, pemandangan hijau mulai mendominasi. Jalur dari arah Bandung menuju Cirebon via Cikampek ini adalah salah satu favorit saya. Kenapa? Karena kita mendapatkan perpaduan sempurna Lansekap Pegunungan liukan kereta di daerah Padalarang hingga Purwakarta yang memanjakan mata dengan lembah dan jembatan tinggi. Terowongan Sasaksaat adalah terowongan kereta api aktif terpanjang di Indonesia, terowongan ini sangat legendaris karena telah berdiri selama lebih dari 120 tahun dan masih menjadi tulang punggung jalur Jakarta–Bandung, disini juga terdapat jembatan kereta api (KA) terpanjang di wilayah Bandung adalah Jembatan Cikubang. Jembatan ini memiliki panjang mencapai 300 meter dan terletak di Nyalindung, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Pokonya jalur KA Padalarang – Purwakarta adalah salah satu jalur terindah. Transisi Udara dari sejuknya Cimahi, perlahan berubah menjadi hangat saat mendekati dataran rendah Cikampek sebelum akhirnya berbelok ke arah timur menuju Cirebon. Berbeda dengan jalur Padalarang – Purwakarta, Jalur Cikampek–Cirebon (Lintas Utara) jalur ini berada di Dataran Rendah Pantura. Karena tanahnya relatif datar dan landai, rel bisa dibuat lurus sejauh mata memandang tanpa perlu banyak jembatan tinggi atau terowongan. Pemandangannya didominasi oleh persawahan luas dan pemukiman, sehingga memang terasa lebih “monoton” atau biasa saja dibandingkan jalur pegunungan, bikin ngantuk tentunya
Di dalam gerbong KA Ciremai Tambahan saat itu, suasana cukup tenang. Penumpang tidak terlalu padat, memberikan ruang lebih untuk sekadar melamun di jendela atau mencari makan di restorasi, Nasi Goreng Parahyangan menjadi andalan saya ditemani teh hangat.

2014-11-23-14-10-37

Tiba di Stasiun Cirebon (Kejaksan) setelah menempuh perjalanan beberapa jam, akhirnya arsitektur megah Stasiun Cirebon menyambut. Ada kepuasan tersendiri saat turun dari kereta dan langsung disambut hawa panas pesisir yang kontras dengan titik keberangkatan saya di Cimahi yang dingin serasa menyeruak ke dalam tubuh. Saatnya mengeksplore Kota Cirebon yang pertama adalah Keraton Kasepuhan Cirebon

belanjut dipostingan berikutnya

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Nostalgia Curug Cimahi di Tahun 2012

Hunting Ke Stasiun Sukabumi

Sehari di Cirebon ke Keraton Kasepuhan