Posts

Kunjungan Singkat Ke Surakarta

Image
KA Kutojaya Selatan Stabling di Stasiun Kiaracondong Rabu, 8 Juli 2015 beberapa hari lagu menjelang libur lebaran justru ada promo tiket kereta api dengan menggunakan KA Kutojaya Selatan berangkat ke Kutoarjo, tidak banyak aktivitas yang saya lakukan di kereta selain tidur singkat cerita lanjut menggunakan kereta Prameks Prambanan Ekspress menuju Stasiun Yogyakarta, pagi di Yogyakarta jalan di sekitaran Malioboro sekalian menyempatkan untuk mandi di sekitaran stasiun memang banyak, suasana bulan Ramadan jelas sepi. Sekedar transit ke Yogyakarta ini karena tujuan utamanya yaitu menuju Solo.    KA Joglo Ekpress Dengan menggunakan KA Joglo Ekspress 147 dengan harga Rp 20.000,00 keberangkatan dari Yogyakarta jam 08:15 Setelah sampai di Stasiun Purwosari saya berjalan di sekitar Jalan Slamet Riyadi untuk menuju Museum Radya Pustaka, saya memilih jalan kaki karena di jalan ini merupakan jalan utama pusat kotanya Solo, yang lebih unik di jalan Slamet Riyadi ini adalah bersebelahan de...

Sehari di Cirebon ke Keraton Kasepuhan

Image
Jalan-Jalan Sehari ke Keraton Kasepuhan Cirebon dari Stasiun, Langsung Ketemu Sejarah 500 TahunSetelah turun dari Kereta Ciremai Tambahan di Stasiun Cirebon Kejaksan? Kita langsung menuju destinasi pertama yaitu napak tilas ke Keraton Kasepuhan Cirebon. Dari Stasiun Cirebon Kejaksan ke Keraton Kasepuhan jarak ±2,5 km ditempuh dengan waktu 10 menit naik mobil atau ojek online, tapi kalo mau jalan tidak lebih 25 menit jalan kaki santai. Begitu keluar pintu Stasiun Cirebon, langsung pesan ojol atau naik becak. Bilang aja “Keraton Kasepuhan, Jalan Kasepuhan 43”. Lewat Jalan Siliwangi, belok ke Jalan Kasepuhan, nanti ketemu gerbang bata merah candi bentar. Itu dia pintu masuknya. Selamat Datang di Keraton Kasepuhan, Umurnya 500 Tahun Keraton ini usianya sudah 500 tahun. Dulu namanya Keraton Pakungwati. Ini pusat Kesultanan Cirebon, tempat Sunan Gunung Jati dan keturunannya memerintah. Sejarah singkat buat bekal ngobrol sama pemandu: Tahun 1430 Pangeran Cakrabuana mendirikan Dalem Agung ...

Ke Cirebon dengan Naik KA Ciremai Tambahan

Image
Stasiun Cimahi pagi sekitar jam 06:00 tampak lengang Cerita Singkat Perjalanan saya menuju Kota Cirebon dengan KA Ciremai Tambahan. Ada sesuatu yang magis tentang stasiun kereta api di pagi hari, apalagi jika itu adalah Stasiun Cimahi. Udara dingin khas Bandung coret, aroma rel yang lembap, dan pengumuman dari pengeras suara stasiun selalu berhasil memicu adrenalin petualangan. Hari Minggu, tanggal 23 November 2014 lalu, saya memutuskan untuk melipir sejenak dari rutinitas menuju Kota Udang, Cirebon. Pilihan jatuh pada KA Ciremai Tambahan karena kereta berangkat pagi cukup untuk berwisata selama beberapa jam di Cirebon. Persiapan di Stasiun Cimahi Stasiun Cimahi tahun 2014 punya suasana yang jauh lebih sederhana dibanding sekarang. Tanpa banyak menunggu, saya menunggu di peron saat matahari baru saja mengintip. Menggunakan kereta api tambahan biasanya memberi sensasi tersendiri terkadang gerbongnya punya “karakter” yang beda dari rangkaian reguler. Stasiun Kedatangan Keberangkatan Cima...

Hunting Ke Stasiun Sukabumi

Image
Halo pembaca! Kali ini saya mau berbagi cerita perjalanan yang lumayan menguras tenaga tapi seru, yaitu berkunjung ke Stasiun Sukabumi. Perjalanan ini saya lakukan dengan gaya estafet: angkot, bus, dan jalan kaki. Mari kita bayangkan kita kembali ke tahun 2013, saat segalanya masih terasa lebih “lambat” dan penuh perjuangan. Cimahi ke Padalarang (Si Orange yang Setia) Perjalanan dimulai dari Cimahi. Sekitar jam 7 pagi, saya sudah mencegat angkot kuning jurusan Cimahi-Padalarang, angkot ini masih jadi penguasa jalanan. Perjalanan ke Padalarang memakan waktu sekitar 30-45 menit, tergantung berapa lama si Mamang angkot ngetem di pasar atau di pertigaan Tagog. Biayanya? Masih murah meriah, tidak sampai lima ribu rupiah kita sudah sampai di depan kawasan Kota Baru Parahyangan untuk menunggu bus. Menembus Jalur Legendaris dengan Bus MGI dari Padalarang, target saya adalah Bus MGI (Maya Gapura Intan) warna biru yang ikonik itu. Menunggu MGI di pinggir jalan Padalarang butuh kesabaran ekstra. ...

Tahun Baru 2013 di Pantai Santolo

Image
By the way kualitas photo nya jelek karena masih jadul Akhir Tahun 2012 saya berkunjung ke Pantai Santolo, pantai yang sedang happening, viral di sosial media facebook Perjalanan Berliku, Lelah, Bonus Pemandangan Berawal di Terminal Leuwipanjang kita cari Microbus Elf dengan tujuan langsung ke Pameungpeuk lumayan menunggu cukup lama banyak jurusan ke Cikijing. Setelah sekian lama akhirnya dapat elf langsung ke Pantai Santolo. Di perjalanan dari Kota Bandung ke Garut cukup santai tidak ngebut aman-aman saja mungkin karena tempat duduk masih kosong. Dari terminal Leuwipanjang ke Terminal Guntur Garut kurang lebih di tempuh 2 jam dengan total 60 km lebih. Sampai terminal Guntur mulai ada keanehan nunggu lama ternyata kita di oper ke Elf yang lain dari Garut menuju Santolo agak kesel juga sih, mana kita duduk dipandetin blm saya kena tambahan ongkos lagi. Dari pada ribut ya sama kasih aja uang karena saya sudah bayar di elf yang awal, disitu saya udah males pake Elf seperti itu. Capek juga...

Kemeriahan Bandung Air Show 2012

Image
27 – 30 September 2012 menjadi momen yang tak terlupakan bagi warga Kota Kembang. Dalam rangka merayakan hari jadi Kota Bandung yang ke-202, Bandara Husein Sastranegara berubah menjadi panggung raksasa bagi burung-burung besi. Bandung Air Show (BAS) 2012 bukan sekadar pameran pesawat, tapi sebuah pesta kedirgantaraan yang emosional dan penuh kenangan. Deru Mesin di Langit Biru masih segar di ingatan bagaimana suara gemuruh mesin pesawat tempur memecah kesunyian pagi di Bandung. Ribuan pasang mata mendongak ke atas, menyaksikan Jupiter Aerobatic Team menari di angkasa. Formasi arrowhead dan manuver-manuver ekstrem mereka membuat jantung berdegap kencang sekaligus kagum. Langit biru Bandung saat itu benar-benar menjadi kanvas bagi asap putih yang ditinggalkan pesawat KT-1B Woong Bee. Hasil karya anak bangsa ini yang sekarang ada di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla), Yogyakarta Lebih Dekat dengan Sang Elang Besi Salah satu daya tarik utama BAS 2012 adalah Static Show. K...

KA Argo Peyeum Kelas Bisnis

Image
Suasana Stasiun Cianjur 2012 Momen Hari Minggu, 8 April 2012 memang sangat berkesan bagi para pecinta kereta api lintas Cianjur-Padalarang. Saat itu, layanan kereta api lokal yang dikenal dengan nama KA Cianjuran (atau sering dijuluki “Argo Peuyeum”) masih aktif beroperasi menggunakan rangkaian kelas bisnis (K2). untuk pertama kalinya. Nostalgia ini untuk menyegarkan ingatan saya menjadi bagian dari pertama kalinya naik Kereta Api ini dengan menggunakan kelas bisini. Rangkaian Bisnis (K2) ini dimulai 8 April 2012, rangkaian kereta ini memang mengalami perubahan dari kelas ekonomi (K3) menjadi kelas bisnis (K2) dengan harga tiket saat itu Rp10.000. Hal ini cukup unik karena sangat jarang ada kereta lokal jarak pendek yang menggunakan kursi kelas bisnis. Relasi operasional kereta ini melayani rute dari Cianjur hingga Padalarang, melewati jalur pemandangan indah seperti kawasan Cipatat yang terjal, kelok yang tajam cukup ekstrem.   Dipo Cianjur Sayangnya, masa-masa indah itu ...