Nostalgia Curug Cimahi di Tahun 2012

Untitled

Kalau kalian berkunjung ke Curug Cimahi sekarang, mungkin yang terbayang adalah lampu warna-warni yang cantik di malam hari. Tapi, izinkan saya membawa kalian kembali ke tahun 2012. Saat itu, Curug Cimahi masih tampil "polos", sangat alami, dan memberikan kesan petualangan yang jauh lebih kental. Suasana yang Masih "Raw" Di tahun 2012, Curug Cimahi belum mengalami renovasi besar-besaran seperti saat ini. Begitu sampai di gerbang masuk yang masih sangat sederhana, kita langsung disambut oleh rimbunnya pepohonan yang sangat rapat. Udaranya jauh lebih dingin dan lembap. Tidak ada lampu sorot dekoratif, yang ada hanyalah cahaya matahari yang menembus celah-celah daun.

"Penjaga" Gerbang yang Ramah

Satu hal yang paling ikonik sejak dulu adalah kehadiran monyet ekor panjang. Di tahun 2012, jumlah mereka terasa sangat banyak dan mereka cukup berkuasa di area tangga. Kita harus ekstra hati-hati menjaga barang bawaan atau makanan jika tidak ingin "dipinjam" oleh para penghuni asli hutan ini.

Untitled

Perjuangan 587 Anak Tangga

Akses jalan turun saat itu sudah berupa tangga semen, namun kondisinya belum semulus sekarang. Beberapa bagian masih tertutup lumut tipis karena lembabnya area tersebut. Belum banyak viewing deck atau spot foto buatan yang estetik di tengah jalan. Perjalanan turun (dan terutama naik kembali!) benar-benar menjadi ujian fisik yang sesungguhnya.

Kemegahan Air Terjun yang Murni

Begitu sampai di dasar, pemandangannya luar biasa. Curug setinggi 87 meter ini berdiri tegak tanpa gangguan visual apa pun. Di tahun 2012, kita masih bisa merasakan hempasan uap air (spray) yang sangat kuat dari jarak yang cukup jauh. Kolam di bawahnya pun masih dikelilingi batuan besar yang alami, tempat favorit para pengunjung untuk sekadar duduk merenung sambil mendengarkan gemuruh air yang memekakkan telinga.

Fasilitas yang Terbatas

Jangan harap menemukan kafe kekinian atau tempat duduk yang banyak di sepanjang jalur. Fasilitasnya sangat standar, hanya ada beberapa bangku kayu untuk beristirahat. Namun, justru di situlah letak kemewahannya: ketenangan. Tidak ada musik keras, hanya suara alam yang murni. Berkunjung bersama teman dan keluarga cukup membuat senang

Comments

Popular posts from this blog

Hunting Ke Stasiun Sukabumi

Sehari di Cirebon ke Keraton Kasepuhan