Sehari di Cirebon ke Keraton Kasepuhan

Keraton Kasultanan Cirebon

Jalan-Jalan Sehari ke Keraton Kasepuhan Cirebon dari Stasiun, Langsung Ketemu Sejarah 500 TahunSetelah turun dari Kereta Ciremai Tambahan di Stasiun Cirebon Kejaksan? Kita langsung menuju destinasi pertama yaitu napak tilas ke Keraton Kasepuhan Cirebon. Dari Stasiun Cirebon Kejaksan ke Keraton Kasepuhan jarak ±2,5 km ditempuh dengan waktu 10 menit naik mobil atau ojek online, tapi kalo mau jalan tidak lebih 25 menit jalan kaki santai. Begitu keluar pintu Stasiun Cirebon, langsung pesan ojol atau naik becak. Bilang aja “Keraton Kasepuhan, Jalan Kasepuhan 43”. Lewat Jalan Siliwangi, belok ke Jalan Kasepuhan, nanti ketemu gerbang bata merah candi bentar. Itu dia pintu masuknya.

Selamat Datang di Keraton Kasepuhan, Umurnya 500 Tahun Keraton ini usianya sudah 500 tahun. Dulu namanya Keraton Pakungwati. Ini pusat Kesultanan Cirebon, tempat Sunan Gunung Jati dan keturunannya memerintah.

Sejarah singkat buat bekal ngobrol sama pemandu:
  1. Tahun 1430 Pangeran Cakrabuana mendirikan Dalem Agung Pakungwati
  2. Tahun 1529 Pangeran Mas Zainul Arifin membangun Keraton Pakungwati di sebelahnya. Sekarang ini yang kita sebut Keraton Kasepuhan
  3. 1549 Ratu Dewi Pakungwati, istri Sunan Gunung Jati, wafat di Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Namanya diabadikan jadi nama keraton
  4. Fungsi dahulu adalah pusat pemerintahan, perdagangan pesisir utara Jawa, dan penyebaran Islam. Jadi tiap sudut di sini ada ceritanya. Dari bata merahnya sampai ukiran di pendopo.
Masuk ke Bangunan Induk rasakan Jadi Tamu Sultan, bangunan induk warna putih ini jantung keraton. Isinya ruang tamu, ruang tidur, dan singgasana raja. Dulu di sini tempat sultan terima tamu penting dan gelar upacara adat. Di belakang Taman Dewandaru ada Kutagara Wadasan, ruang tunggu tamu sebelum menghadap sultan. Coba berdiri di sana, bayangin kamu utusan kerajaan lain zaman dulu. Vibesnya berasa gimana gitu. Tradisi paling sakral yang masih jalan sampai sekarang: Panjang Jimat, peringatan Maulid Nabi dengan arak-arakan pusaka keraton. Kalau datang pas bulan Maulid, suasananya meriah banget.

2014-11-23-11-23-081

Museum Pusaka Keraton Kasepuhan Isinya Harta Karun Sejarah dulu koleksi tersebar, sekarang semua disatukan di Museum Pusaka Keraton Kasepuhan. Ini yang bikin betah lama-lama di sini. Jam buka: 08.00-18.00 tiap hari.

Koleksi Wajib Lihat
  1. Kereta Singa Barong : Kereta kencana Sunan Gunung Jati. Bentuknya unik: kepala singa, badan naga, sayap garuda. Melambangkan kekuatan, kebijaksanaan, keberanian. Sekarang cuma keluar tiap 1 Syawal buat dimandikan. Quiz: Kalau kamu jadi sultan, mau kasih nama apa buat keretamu?
  2. Keris & Tombak Pusaka : Bukan senjata sembarangan. Dipakai buat upacara dan simbol kekuasaan. Lihat detail ukiran di gagangnya, tiap motif ada maknanya.
  3. Pakaian Kebesaran Sultan : Jubah, kain dodot, sampai perhiasan emas kerajaan. Kebayang nggak beratnya pakai ini seharian? 
  4. Gamelan Kuno : Alat musik istana yang dipakai buat mengiringi tari topeng dan acara keraton. Coba bisikin ke pemandu, kadang boleh nyoba dipukul pelan.
  5. Benda Peninggalan Sultan Lain : Ada juga lukisan koleksi kerajaan dan benda-benda dari hubungan dagang dengan Arab, Gujarat, Tiongkok, sampai Eropa. Cirebon dulu kota kosmopolitan!
2014-11-23-11-18-37

Tips Biar Kunjungan Makin Berkesan
  1. Pakai pemandu lokal: Tarif sukarela Rp20.000–Rp50.000. Ceritanya jauh lebih hidup daripada baca sendiri.
  2. Datang pagi jam 08.00 keraton udah buka. Lebih sepi, foto lebih leluasa.
  3. Etika ini masih keraton aktif dan tempat tinggal keluarga sultan. Jaga sikap, jangan sentuh koleksi sembarangan.

Comments

Popular posts from this blog

Nostalgia Curug Cimahi di Tahun 2012

Hunting Ke Stasiun Sukabumi