Hunting Ke Stasiun Sukabumi

Halo pembaca! Kali ini saya mau berbagi cerita perjalanan yang lumayan menguras tenaga tapi seru, yaitu berkunjung ke Stasiun Sukabumi. Perjalanan ini saya lakukan dengan gaya estafet: angkot, bus, dan jalan kaki. Mari kita bayangkan kita kembali ke tahun 2013, saat segalanya masih terasa lebih “lambat” dan penuh perjuangan.
Cimahi ke Padalarang (Si Orange yang Setia)
Perjalanan dimulai dari Cimahi. Sekitar jam 7 pagi, saya sudah mencegat angkot kuning jurusan Cimahi-Padalarang, angkot ini masih jadi penguasa jalanan. Perjalanan ke Padalarang memakan waktu sekitar 30-45 menit, tergantung berapa lama si Mamang angkot ngetem di pasar atau di pertigaan Tagog. Biayanya? Masih murah meriah, tidak sampai lima ribu rupiah kita sudah sampai di depan kawasan Kota Baru Parahyangan untuk menunggu bus.
Menembus Jalur Legendaris dengan Bus MGI dari Padalarang, target saya adalah Bus MGI (Maya Gapura Intan) warna biru yang ikonik itu. Menunggu MGI di pinggir jalan Padalarang butuh kesabaran ekstra. Begitu bus datang, langsung naik dan untungnya dapat duduk. MGI adalah salah satu bus yang paling nyaman di lintas ini menurut saya.
Perjalanan Padalarang ke Sukabumi sebuah petualangan fisik. Kita harus melewati jalur berkelok melalui Cipatatdengan view karst Citatah dan berdebu, Rajamandala, hingga menyeberangi jembatan lama Citarum. Lepas dari Cianjur, “ujian” sebenarnya dimulai di daerah Gekbrong. Truk-truk besar bermuatan pasir seringkali membuat bus harus merayap pelan di tanjakan. Total perjalanan dari Padalarang sampai masuk ke Terminal Sukabumi (saat itu masih di pusat kota/Sudirman sebelum pindah total ke Jalur Lingkar) memakan waktu sekitar 3 hingga 4 jam. AC bus yang dingin menjadi satu-satunya penyelamat dari panas dan debu jalanan raya Bogor-Sukabumi yang padat.
Akhirnya Sampai di Stasiun Sukabumi
Dari tempat turun bus, saya lanjut menggunakan angkot lokal Sukabumi menuju Stasiun Sukabumi. Begitu sampai di depan stasiun, suasananya terasa sangat klasik. Pasar tradisional yang cukup berantakan disekitar stasiun Seperti yang kita tahu saat saya sampai, peronnya masih rendah. Bangunan kolonialnya terlihat kokoh tapi agak kusam. Ada rasa sunyi yang magis di stasiun ini, seolah waktu berhenti berputar. Gaya bangunan Stasiun Sukabumi mirip-mirip Staiun Cimahi lantai peron pun sepertinya sama berwana kuning dan baru tau jika Stasiun Sukabumi berada di Daop 1 Jakarta.
Jika dilihat dari Pengumuman yang di tempel KRD Bumi Geulis relasi Sukabumi – Bogor 05:00 – 07:01 dengan pemberhentian di Stasiun Cisaat, Karang Tengah, Cibadak, Parung Kuda, Ci Curug, Cigombong, Maseng, Batu Tulis.
Total Waktu Perjalanan jika dihitung dari berangkat dari rumah di Cimahi sampai menginjakkan kaki di lantai Stasiun Sukabumi, Angkot Cimahi-Padalarang: 45 Menit, Nunggu Bus & Perjalanan MGI: 4 Jam, Angkot ke Stasiun: 15 Menit, ya sekitar 5 Jam hingga 5,5 Jam! Cukup melelahkan? Pasti. Tapi melihat bangunan stasiun tua yang penuh sejarah itu, ras1a pegal di kaki setelah duduk lama di bus rasanya terbayar lunas. Perjalanan ini bukan soal cepat sampai, tapi soal menikmati setiap jengkal aspal dan pemandangan sepanjang Jawa Barat selatan.


Comments
Post a Comment