KA Argo Peyeum Kelas Bisnis

Suasana Stasiun Cianjur 2012
Momen Hari Minggu, 8 April 2012 memang sangat berkesan bagi para pecinta kereta api lintas Cianjur-Padalarang. Saat itu, layanan kereta api lokal yang dikenal dengan nama KA Cianjuran (atau sering dijuluki “Argo Peuyeum”) masih aktif beroperasi menggunakan rangkaian kelas bisnis (K2). untuk pertama kalinya.
Nostalgia ini untuk menyegarkan ingatan saya menjadi bagian dari pertama kalinya naik Kereta Api ini dengan menggunakan kelas bisini. Rangkaian Bisnis (K2) ini dimulai 8 April 2012, rangkaian kereta ini memang mengalami perubahan dari kelas ekonomi (K3) menjadi kelas bisnis (K2) dengan harga tiket saat itu Rp10.000. Hal ini cukup unik karena sangat jarang ada kereta lokal jarak pendek yang menggunakan kursi kelas bisnis. Relasi operasional kereta ini melayani rute dari Cianjur hingga Padalarang, melewati jalur pemandangan indah seperti kawasan Cipatat yang terjal, kelok yang tajam cukup ekstrem.
Dipo Cianjur
Sayangnya, masa-masa indah itu berakhir pada April 2013. Layanan KA lokal ini dihentikan total karena tidak adanya perpanjangan kontrak kewajiban pelayanan publik (PSO) antara pemerintah dan PT KAI, serta kondisi prasarana jalur (terutama trek curam Cipatat-Padalarang) yang dianggap berisiko.Saat ini, relasi tersebut masih “terputus” di Stasiun Cipatat. Untuk mengenang rute tersebut, Anda bisa menaiki KA Siliwangi yang saat ini melayani rute Sukabumi-Cianjur hingga titik terakhir di Stasiun Cipatat.
14 tahun setelah itu rencana reaktivasi Jalur Cipatat hadir, Rencana reaktivasi jalur kereta api Cipatat–Padalarang saat ini sedang dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan survei lapangan yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dikutip dari berbagai sumber informasi online, berikut adalah poin-main terkait perkembangan reaktivasi jalur ini:
Pengalihan Jalur Baru: Pemerintah memutuskan untuk tidak menggunakan jalur lama yang melewati Stasiun Tagogapu karena gradien atau tanjakan yang terlalu curam dan rawan longsor. Jalur akan dialihkan melalui rute baru yang menghubungkan Cipatat ke Stasiun Sasaksaat sepanjang sekitar 9 km.
Target Waktu
2026: Rencana dimulainya tahap awal proyek reaktivasi.
2027–2028: Tahap pengadaan lahan untuk trase baru.
2029: Target penyelesaian pembangunan fisik secara bertahap sehingga jalur Sukabumi-Cianjur-Bandung tersambung penuh.
Sarana Pendukung: Jalur baru ini direncanakan memiliki satu terowongan sepanjang 300 meter dan dua jembatan masing-masing sepanjang 50 meter untuk memastikan keamanan operasional.
Tujuan Proyek: Menghubungkan kembali mobilitas warga dari Sukabumi dan Cianjur langsung ke Bandung tanpa harus terputus di Cipatat, sekaligus mengurangi kemacetan di jalur jalan raya. Ya semoga terwujud bukan hanya isapan jempol saja.




Comments
Post a Comment